Adakah masalah yang kita temui dalam berbisnis kroto?
Terkadang kesulitan yang mucul dalam kita berbudidaya kroto adalah kita tidak memahami secara menyeluruh siklus kehidupan kroto
Masalah ketidaksesuaian tempat, hingga perawatan yang tidak baik menjadi masalah dalam berbudidaya kroto ini.
adakah masalah lain yang ingin ditanyakan?
Ingin mendapat pelatihan, konsultasi, dan bibit kroto super hubungi: whatsapp 0821-1313-0097 pin BB 74BDE255 www.facebook.com/pakarkroto
Senin, 17 November 2014
Sabtu, 15 November 2014
Makanan Terbaik Murai Batu
Makanan Terbaik Murai Batu
Banyak pakan burung Murai Batu di jual di pasar-pasar burung. Dari berbagai serangga sampai dengan bermacam-macam merek pakan buatan yang bernama Voer. Dari hasil penelitian yang panjang selama lebih dari 2 tahun, selama memelihara burung Murai Batu dengan memberikan berbagai macam pakan alami maupun pakan buatan, di tambah dengan bertanya kepada beberapa orang penyayang dan pelestari burung Murai Batu, maka dapat di simpulkan untuk pakan terbaik tetaplah pakan alami yaitu kroto.
Kroto merupakan telur hasil dari semut-semut rangrang yang populasinya banyak kita jumpai di daerah tropis seperti Indonesia. Kemampuan adaptasi Murai Batu baru hasil tangkapan hutan kemudian di pelihara di rumah-rumah kita ternyata yang paling besar adalah pakan kroto ini. Artinya bila kita mempunyai murai batu baru beli (bakalan), kalau kita berikan pakan kroto maka kemungkinan hidup 65% lebih besar dari pada kita memberikan pakan lain.
Yang menjadi kendala untuk semua pakan alami adalah masalah higienis. Higienis salah satunya menyangkut kebersihan pakan Kroto. Berhubung Kroto itu notabenenya adalah telur. Dan telur itu kalau perlakuannya tidak baik dari sejak pengambilan dari sarang semut kemudian dibawa ke kios-kios penjual pakan burung, maka besar kemungkinan kroto mengalami kerusakan yang menyebabkan bau tidak sedap seperti bau busuk. Nah disini lah faktor resiko terbesar untuk Murai Batu kesayangan kita kalau mengkonsumsi kroto yang kondisinya tidak baik. Burung akan mengalami sakit.
Seberapa banyak pemberian kroto kepada burung Murai Batu perhari?
Jumat, 14 November 2014
5 Kelebihan Hasil Kroto Budidaya dibandingkan Kroto dari Alam
5 Kelebihan Hasil Kroto Budidaya dibandingkan Kroto
dari Alam
Dari berbagai jenis kroto yang dihasilkan oleh semut
rang-rang, secara garis besar kita bisa mengkategorikan hasil kroto menjadi dua
jenis. Kroto dari Alam dan kroto Hasil Budidaya. Lalu apakah perbedaan mendasar
dari dua jenis kroto tersebut. Mari kita simak pemaparan dibawah ini :
1) Ciri
Fisik
Berbeda dengan perawakan rupa kroto
dari alam yang basah, lengket, berbau, dan banyak dikerebungi semut; Kroto
super hasil budidaya memiliki ciri fisik kering, putih dan seperti bulir beras.
Hasil krotonya pun bersih dari semut yang menegrubungi seperti hasil kroto dari
Alam. Tak salah bila para kicau mania dan mancing mania mengincar hasil kroto
yang super hasil budidaya untuk memenuhi kebutuhan burung dan mancing mereka
2) Daya
Tahan
Kroto dari alam memiliki daya
tahan kroto yang singkat. Karena
dihasilkan dari alam yang tidak terkontrol dan kadar air yang tinggi sehingga
daya tahannya hanya berkisar satu hari setelah pemanenan dari alam. Biasanya bila
lebih dari satu hari, kroto dari alam sudah mengeluarkan bau tidak sedap dan
tak layak konsumsi. Untuk mengakalinya biasanya para pedagang burung
menyimpannya di dalam kulkas dan keesokan harinya mengeringkan hasil kroto alam
tersebut.
Kroto hasil budidaya memiliki
kelebihan yang jauh lebih awet dibandingkan dengan kroto dari alam. Hasil
krotonya dapat bertahan hingga 3-5 hari di dalam suhu ruangan. Kenapa bisa
seperti itu? Hal itu disebabkan kondisi ruangan, pakan yang terjaga, dan
budidaya di dalam toples membuat kroto yang dihasilkan kering dan bisa bertahan
lebih lama dibanding kroto dari alam
3) Ketersediaan
Mengingat kroto dari alam tersedia
di alam, maka bila kondisi alam dan cuaca sedang tidak bersahabat maka kita
akan menemukan kesulitan untuk mendapat pasokan kroto lansung dari alam.
Sebaliknya kroto hasil budidaya tak memiliki kendala apapun dari alam baik
Penghujan atau kemarau sekalipun, Pasokannya tetap bisa tersedia dan mudah di
dapatkan
Kamis, 13 November 2014
Meraup Puluhan Juta dengan berbisnis Kroto Super #budidaya semut rang-rang di jakarta
Kali
ini kita akan membahas berbagai kelebihan dalam berbudidaya kroto saat ini
(khususnya berbudidaya kroto di jakarta).
#Budidaya semut rang-rang #Budidaya kroto super di Jakarta
Dari banyak alasan yang membuat kita berbudiya kroto adalah pangsa pasar
yang jelas dan potensi yang dapat dihasilkan dari bisnis ini masih sangat besar
dan terbuka lebar. Faktanya saja, di
Jakarta membutuhkan pasokan kroto kurang lebih 1,5 Ton / Hari dan kecukupan yang
terpenuhi belum sampai 40% nya. Dari mana angka 1,5 ton tersebut didapatkan?
Rabu, 12 November 2014
Cara Jitu Berbudiya Kroto Super
Cara Jitu Berbudiya Kroto Super
Faktanya tidak semua orang yang berbudiya semut
rang-rang dapat menghasilkan kroto super yang berkualitas. Lantas bagaimana
bisa kita berbudidaya semut rang-rang yang nantinya akan menghasilkan kroto
super berkualitas? Jawabannya mudah. Di postingan kali ini saya akan memberkan
rahasia cara jitu berbudidaya kroto super.
Ada 4 hal yang harus kita pahami dan perhatikan agar
kita nantinya dapat menghasilkan kroto super yang berkualitas.
1) Lingkungan
Untuk mendapatkan hasil kroto yang
super kita memerlukan lingkungan yang tepat dan sesuai didalamnya. Apa sajakah
kriteria lingkungan yang tepat dan super itu?
ü Kondisi
ruangan cenderung gelap. 70 persen cahaya / sinar matahari tidak masuk ke dalam
ruangan tempat kita berbudidaya
ü Ruangan
berbudidaya harus tertutup, baik indoor maupun outdoor. Bila kita ingin
berbudiaya di luar ruangan sebaiknya kita membuat bedeng atau gubuk kecil
sehingga ruangan tertutup dan tidak terkena lansung sinar matahari
ü Untuk
mendapat hasil yang optimal sebaiknya suhu ruangan berbudidaya berkisar 26-32
derajat
ü Sirkulasi
udara harus baik, tidak lembab, dan tidak pengap
2) Media
Budidaya
Dari banyak media budidaya kroto,
budidaya yang paling efektif dan signifikan dalam menghasilkan kroto super
adalah media budidaya rak dan toples.
Sabtu, 08 November 2014
Mengenal Kasta dalam Koloni Semut Rang-rang Budidaya Kroto di Jakarta
Mengenal Kasta dalam Koloni Semut Rang Rang
Layaknya dalam hidup bermasyarakat, koloni dalam semut rang-rang berisikan 4 kasta/ anggota yang berbeda di dalamnya. Penggolongan jenis anggota ini dibedakan atas dasar tugas dan karakteristik semut rang-rang. Secara umum penggolongan ini dapat dibedakan menjadi 4 kelas besar, antara lain:
1. Pejantan
Memiliki perawakan bersayap, hitam, dan berukuran lebih kecil dibandingkan semut pekerja. Semut Pejantan ini memiliki tugas hanya membuahi para betina yang ada. Setelah membuahi dan membuahi, Ia pun akan mati dengan sendirinya. Maka dari itu usia pejantan tergolong sangat singkat dibanding anggota semut koloni lainnya.
2. Ratu
Ratu memiliki tugas yang cukup penting dalam sebuah koloni, apa saja tugas yang harus diemban ratu? Antara lain:
• Bertelur : Tiap hari ratu akan bertelur dan jumlah kuantitas telur yang dihasilkan berkali-kali lipat dibandingkan dengan jumlah telur yang dihasilkan oleh semut pekerja
• Mengatur koloni : Ratu memberikan arahan, mendamaikan, dan menstabilkan koloni yang ada
Ciri Fisik yang dimiliki ratu adalah memiliki ukuran tubuh 3-5 kali lipat lebih besar dibandingkan semut pekerja. Dan selama hidupnya seekor ratu selalu dikerubungi oleh semut pekerja. Hal tersebut dimaksudkan agar ratu terjaga dan aman selama masa hidupnya.
Layaknya dalam hidup bermasyarakat, koloni dalam semut rang-rang berisikan 4 kasta/ anggota yang berbeda di dalamnya. Penggolongan jenis anggota ini dibedakan atas dasar tugas dan karakteristik semut rang-rang. Secara umum penggolongan ini dapat dibedakan menjadi 4 kelas besar, antara lain:
1. Pejantan
Memiliki perawakan bersayap, hitam, dan berukuran lebih kecil dibandingkan semut pekerja. Semut Pejantan ini memiliki tugas hanya membuahi para betina yang ada. Setelah membuahi dan membuahi, Ia pun akan mati dengan sendirinya. Maka dari itu usia pejantan tergolong sangat singkat dibanding anggota semut koloni lainnya.
2. Ratu
Ratu memiliki tugas yang cukup penting dalam sebuah koloni, apa saja tugas yang harus diemban ratu? Antara lain:
• Bertelur : Tiap hari ratu akan bertelur dan jumlah kuantitas telur yang dihasilkan berkali-kali lipat dibandingkan dengan jumlah telur yang dihasilkan oleh semut pekerja
• Mengatur koloni : Ratu memberikan arahan, mendamaikan, dan menstabilkan koloni yang ada
Ciri Fisik yang dimiliki ratu adalah memiliki ukuran tubuh 3-5 kali lipat lebih besar dibandingkan semut pekerja. Dan selama hidupnya seekor ratu selalu dikerubungi oleh semut pekerja. Hal tersebut dimaksudkan agar ratu terjaga dan aman selama masa hidupnya.
Kamis, 06 November 2014
Budidaya Semut Rang-rang (Kroto) Tanpa Ratu ?
Budidaya Kroto Tanpa Ratu ?
Banyak yang bertanya apakah mungkin kita bisa berbudidaya semut rang-rang tanpa seekor ratu? Jawabannya, BISA!!
Hampir semua pemula terjebak dalam persepsi untuk berbudidaya semut rang-rang harus memiliki ratu. Sehingga banyak peternak yang ragu hingga mengurungkan niatnya untuk beternak kroto karena tidak memiliki seekor ratu.
Namun faktanya, tanpa ratu pun kita masih bisa berbudidiya dan menghasilkan kualitas kroto yang super. Dalam satu koloni terdapat 4 jenis anggota semut. Penjelasan lebih detailnya bisa kita simak di di post selanjutnya. Dari fakta yang ada, semut pekerja pun pada masanya akan menghasilkan semut calon ratu dan dari calon ratu tersebut akan menjadi seekor ratu.
Maka dari itu bila pada awal berbudidaya kita tidak memiliki ratu, suatu saat bisa dipasatikan kita akan memiliki seekor ratu karena sudah terdesain secara alamiah.
Yang perlu diketahui oleh kita semua, dalam satu koloni hanya terdapat 1-2 ratu saja. Koloni semut menganut hukum alam yaitu survival of the fittest, yang paling kuat lah yang bisa bertahan. Bila secara alamiah menetas banyak calon ratu, nanti yang akan terseleksi menjadi ratu hanyalah 1-2 ekor saja. Maka dari itu mencari ratu atau menjadikan ratu sebagai awal standar berbudiya semut rang-rang tidaklah menjadi keharusan. Lalu bagaimana agar kroto yang dihasilkan bisa banyak dan berlimpah kalau ratu hanya terdapat satu atau dua dalam sebuah koloni?
Banyak yang bertanya apakah mungkin kita bisa berbudidaya semut rang-rang tanpa seekor ratu? Jawabannya, BISA!!
Hampir semua pemula terjebak dalam persepsi untuk berbudidaya semut rang-rang harus memiliki ratu. Sehingga banyak peternak yang ragu hingga mengurungkan niatnya untuk beternak kroto karena tidak memiliki seekor ratu.
Namun faktanya, tanpa ratu pun kita masih bisa berbudidiya dan menghasilkan kualitas kroto yang super. Dalam satu koloni terdapat 4 jenis anggota semut. Penjelasan lebih detailnya bisa kita simak di di post selanjutnya. Dari fakta yang ada, semut pekerja pun pada masanya akan menghasilkan semut calon ratu dan dari calon ratu tersebut akan menjadi seekor ratu.
Maka dari itu bila pada awal berbudidaya kita tidak memiliki ratu, suatu saat bisa dipasatikan kita akan memiliki seekor ratu karena sudah terdesain secara alamiah.
Yang perlu diketahui oleh kita semua, dalam satu koloni hanya terdapat 1-2 ratu saja. Koloni semut menganut hukum alam yaitu survival of the fittest, yang paling kuat lah yang bisa bertahan. Bila secara alamiah menetas banyak calon ratu, nanti yang akan terseleksi menjadi ratu hanyalah 1-2 ekor saja. Maka dari itu mencari ratu atau menjadikan ratu sebagai awal standar berbudiya semut rang-rang tidaklah menjadi keharusan. Lalu bagaimana agar kroto yang dihasilkan bisa banyak dan berlimpah kalau ratu hanya terdapat satu atau dua dalam sebuah koloni?
Langganan:
Postingan (Atom)


